FYI, Lampuhijau telah PINDAH !

DEAR RIDERS! MULAI 1 APRIL 2008, SITE INI BERALIH KE HTTP://WWW.JALANRAYA.NET UNTUK BERKOLABORASI DENGAN RIDERS LAIN DALAM KAMPANYE “SAFETY RIDING”, SILAKAN DIKUNJUNGI DAN DEMI PEMBENAHAN BERKESINAMBUNGAN KAMI MENGHARAPKAN MASUKAN DAN KRITIKAN ATAS WEB TERSEBUT. DENGAN DEMIKIAN SITE INI TIDAK LAGI DI UPDATE TAPI TETAP TERSEDIA UNTUK DIKUNJUNGI JIKA ADA ARTIKEL YANG MASIH INGIN DIJADIKAN SUMBER PENGETAHUAN.

 Rgds,

RIDE SAFE !

( a.n admin web JALANRAYA: andry.berlianto@gmail.com )

 

Helm ga Penting ah !!

dsc01395.jpg

Setiap hari berkendara ada saja penampakan mereka yang menganggap keselamatan itu adalah hal sepele. Tiga tes kasus dari tiga penampakan di jalan raya yang saya hampiri memilliki jawaban yang seragam tentang fungsi helm, yaitu “TIDAK PENTING”.

1.Di perempatan Grogol menuju arah Daan Mogot. “mbak pake donk helmnya?!” sembari melihat gemas si perempuan menenteng helm half face sementara si pria cuek bebek. “ga ah mas! dah deket kok!”
2.Di jalur menuju stasiun Senen. Si pria terus menggerutu agar si pembonceng mengenakan helm cetoknya. Saya lalu pun meminta juga, “ya udah pake aja deh mbak helmnya?!” sembari terus melirik wajah cantiknya yang terus menenteng helm cetoknya. Jawabannya tetap “ga usah ah!”
3.Di jalur menuju Pemancingan Pd.Kopi, “loh, mbak … kok ga pake helm ?”, wajah manisnya hanya cengar-cengir tanpa memperhatikan si kecil yang duduk di depannya sekalipun.

Dengan kata lain, piranti HELM dari tiga tes tadi bukanlah sebuah piranti yang penting bukan ? Manajemen resiko yang seharusnya dipahami oleh pengendara maupun pembonceng menjadi poin yang tidak perlu diketahui pendalamannya. Apa yang terjadi jika mereka terjatuh dan mereka terluka tanpa proteksi sedikitpun. Mereka mau menyalahkan siapa selain diri mereka sendiri. Jika mereka selamat dari dan ke tempat tujuan, itu hanyalah sebuah keberuntungan semata dan bukan dari skill atau pemahaman mereka dari konsep Aman Berkendara. Ironis !!

Mari tetap mengenakan helm saat berkendara di jalan raya, pahami dan kenali situasi jalan raya di sekeliling anda dan buatlah daftar resiko yang bisa saja membuat anda terluka. Helm ada untuk dipakai dan bukan hanya sekedar aksesoris dan bahan bergaya.

<HELMET ON CAMPAIGN>

pic : pribadi

Snapshot @ MetroTV

dsc02408.jpg

“Peraturan dibuat untuk dilanggar!” …. glekkk … atau “Ubahlah diri anda sendiri sebelum anda menuntut perubahan dari orang lain”, nah lho ? Dalem … jika anda pintar!.

Seperti sebuah penyakit menular, ketidak disiplinan di jalan raya sudah menjadi pemandangan sehari-hari. Itu yang menjadi menu utama acara “Snapshot” yang digelar di Metro TV saban minggu sore pukul 17:30. Lain waktu membahas fenomena sembarang parkir, sementara di waktu yang lain mengupas penyakit gerombolan kendaraan yang menyita lajur busway. Antara ironis dan dilematis dimana pemerintah daerah tak kunjung menyediakan ruang yang ideal bagi pengguna Jalan Raya, mayoritas pengendara pun enggan menjadi bagian dari mereka yang patuh dan disiplin. Kutipan-kutipan unik yang membumbui liputan “Snapshot” sudah semestinya membuat kita yang melihat acara tersebut pelan-pelan mau sadar diri. Jika tak cukup pintar, esok pagi pun kita sudah kembali melanggar ini dan itu saat berkendara di Jalan Raya.

Sesulit itukah bangsa Indonesia menyikapi sebuah peraturan dan hubungannya dengan penegakkan kedisiplinan? Mungkin kita harus kembali pada kalimat paling atas. “Ubahlah diri anda sendiri sebelum anda menuntut perubahan dari orang lain”, tapi jangan serta merta kalimat tadi dijadikan kalimat penegasan baru, “ah saya tidak menuntut!”

Kampanye Keselamatan Jalan !

“BERSAMA SELAMATKAN PENGGUNA JALAN”

(berikan foot dan hand signal untuk antisipasi jalan rusak, dan meningkatkan awareness)

1.      

hand-foot-signals.jpg

  • Turunkan kaki kanan anda, bila melihat lubang di sebelah kanan, antisipasi kendaraan di belakang untuk menghindari lubang di sebelah kanan
  • Turunkan kaki kiri anda, bila melihat lubang di sebelah kiri, antisipasi kendaraan di belakang untuk menghindari lubang di sebelah kiri
  • Perlambat kendaraan, lalu, Angkat dan kepalkan tangan kiri anda, bila melihat kecelakaan, atau lubang melebar di jalan,mengisyaratkan kendaraan lain untuk memperlambat atau menghentikan laju kendaraannya, menghidari tabrakan beruntun.

Berbuat kebajikan walau hanya sedikit, sebarkan email ini keseluruh kerabat anda.

Selamatkan seluruh pengguna jalan dari keadaan jalan di Indonesia

Jangan tunggu birokrasi, mulai dari sekarang!!

Oknum pejabat korup tidak akan bisa dihilangkan dengan mudah

                                                                                       

Forum Safety Riding Jakarta / Road Safety Association

Email : fsrj.pengaduan@gmail.com

Semangat yang kini hilang

Dah lama pak Tegar ga keliatan di persimpangan, yup di persimpangan yang terkenal akan kesibukannya dalam menampung ratusan kendaraan dalam hitungan detik. Dulu pak Tegar selalu datang lebih awal di persimpangan ketimbang teman-temannya yang lain dan selalu tegap serta tegar berjalan sesuai namanya. Nama lengkapnya pak Tegar Pramantyo, kelahiran Temanggung kira-kira 40 tahun yang lalu. Beliau hidup dengan satu orang istri dan sepasang anak yang demikian sukses dalam berkarir. Karakter Kepolisian yang tegap membuat pak Tegar sudah sedari awal nyaman dengan pekerjaannya. Tapi semangat itu makin hari makin pudar, kenapa ?

Biasanya di persimpangan sibuk itu pak Tegar berdiri tegap dengan seragamnya dengan tak lupa membawa sebuah tongkat pengatur lalu-lintas. Gerakan-gerakan dinamis yang berfungsi mengatur lalu-lintas seperti sudah dihafal di luar kepala. Tak heran beliau menikmati tugasnya dengan amat sangat nyaman hingga hari ini sesuatu yang demikian ajaib menyurutkan semangatnya.

Pengendara tak lagi peduli fungsi lampu lalu lintas, hak jalan makin diserobot tanpa ada rasa malu. Keahlian berkendara di jalan sudah demikian hebat, saking hebatnya persimpangan yang dulu rapi kini bagai lampu start motogp dimana semua saling berlomba untuk hadir di grid depan.

Pernah sesekali pak Tegar coba menindak para pelanggar itu dengan maksud memperbaiki mental si pengendara. Apa lacur, pengendara sontak mengeluarkan SIM dan STNK plus uang 20-ribuan seolah meminta pak Tegar memaafkan tindakannya. Pernah sekali pak Tegar menerima lembaran 20ribuan itu dan perilaku di amini pula oleh para petugas yang saat itu sedang bersamanya. Yang ada sepulang bekerja pak Tegar tak dapat tidur nyenyak karena perilaku tadi seolah membenarkan kebiasaan-kebiasaan negatif para pengendara.

Pak Tegar kini sudah malas dan tengah membuat surat pengunduran dirinya. Institusi yang bila diniatkan bisa diperbaiki justru makin hari makin menghalal-kan solusi kilat di tengah padatnya lalu lintas. Dengan motor hitamnya yang setia, pak Tegar tetap berharap semoga setiap pengendara mau memperbaiki diri menjadi pengendara yang mengerti sopan santun di jalan raya.

Kasian pak Tegar !

(*karakter hanya fiktif tapi penggambaran situasi adalah yang sebenarnya)

Antara Mobil dan Motor

Car

Motorcycle

You drive a car. This means you sit in a seat and control the vehicle via controls.
You ride a motorcycle. This means that you grip and control the bike via you whole body moving your weight left and right, backward and forward.
You generally think of the 4 wheels as one thing e.g. when braking or turning a corner You think of the two wheels separately. They fulfill different roles at all times.
You do not take changes in the road surface that seriously. Changes in road surface e.g. a small patch of loose sand, wet concrete is critical.
A road works sign or side road entry means you slow down, become more alert, watch out for workers, trucks, tractors etc Same as for a car but with one serious addition . . . watch out for patches of loose gravel on the tar. Over time they can creep onto the road.
Wind? What wind? Strong winds can cause high fuel consumption or even cause you to fall off.
Conversation, music, eating and drinking etc is part of the fun. There are some gizmos and gadgets that can help but they came with a price i.e. both financial and convenience wise. The question is, should a bike rider going at speed be distracted by conversation?
Passengers do not impact on the ride. Passengers are as much part of the ride as the rider. They can work with you or against you.
The brake is generally the way to get out of bad situations. When things go wrong opening up the throttle is often the solution e.g. when the bike looses traction on a loose surface a little extra gas can do the trick
The brakes are one unit . . . your only decision is when to use them. The braking systems for front and back wheels are usually separate. Sometimes you use them together, sometimes separately and sometimes the order you apply them in is different.
A recent rain storm generally means that you come out to a dirty car A recent rain storm means that the route you know so well must be treated like virgin territory. This is due to the new deposits of loose sand that will have been deposited in unexpected places.
Your own shadow means nothing Your own shadow stretched out directly in front of your bike means that cars will be looking into the sun. Therefore be more cautious at intersections as on coming cars may not see you.
The changing colour of the road surface is probably something you have never noticed Differing colours or marks on the road surface could mean a road hazard e.g. oil, brake fluid, diesel or a host of other slippery concoctions. Go round them!
The accelerator is used to accelerate the motor vehicle The accelerator is used to both speed up and slow down the bike.

( http://www.flamesonmytank.co.za/ride.htm )

“ANTI LAMPU MERAH … KARENA GUE BUTA WARNA!”

Stiker kuning-hitam yang banyak dijual di tukang stiker ternyata menyimpan desain seperti judul diatas. “Anti Lampu Merah .. Karena Gue Buta Warna!”, banggakah meletakkan stiker seperti itu di spatbor belakang? Bukan maksud menjelek-jelekkan mereka yang memang memiliki kekurangan dalam hal warna tapi kok rasanya desain stiker tersebut justru memperparah mental pengendara kebanyakan dan bisa menjadi pembenaran bahwa lampu merah memang untuk diterobos.

Kita memang tidak bisa saklek memandang sebuah fungsi lampu merah, kita mesti tau kapan harus mentaati peraturan berlaku atau kapan kita harus aware akan situasi yang aman bagi kita sendiri. Di tengah bobroknya sistem peraturan jalan raya yang setengah-setengah ditegakkan oleh pihak berwajib, seharusnya pengendara memiliki dan meningkatkan kesadaran pribadi agar menempatkan diri bukan di posisi sebagai yang mengejek sebuah ‘rule’ yang ada di jalan raya.

Tapi yah namanya juga HAK, silahkan saja tempel apapun jenis stiker yang anda suka, karena stiker yang tertempel di kendaraan dapat mencerminkan sifat dan karakter anda.

“Anti Lampu Merah … bla bla bla … ” . MIRIS !!! (*andry)

*ditulis setelah sempat membuntuti motor yg ‘nempelin’ stiker edan itu.

Follow

Get every new post delivered to your Inbox.