Why I Ride

Artikelnya lumayan panjang tapi sangat menarik untuk disimak karena mengambil beberapa sudut pandang narasumber tentang berkendara.

 Simak deh disini why-i-ride.pdf 

karisma-baja-hitam.jpg

Advertisements

Bila Anda Ditilang Polantas

sumber: http://www.transparansi.or.id/kajian/kajian3_lalin.html

Bila Anda Ditilang Polantas

Lampu lalu lintas berubah menjadi merah, tapi sebuah kendaraan terus memacu. Beberapa saat kemudian tampak mobil polisi mengejar, membunyikan sirene dan menerangi wajah pengemudi dengan lampu sorot. Kendaraan yang melaju pun menepi. Dua orang Polantas turun dari mobil dinasnya. Mereka lansung menghampiri pengemudi, menanyakan SIM dan STNK, ternyata pengemudi tidak membawa SIM. Polisi lalu menggeledah kendaraan tersebut.

Total denda yang diberikan polisi Rp. 125.000,-. Pengemudi mengaku salah dan berusaha menawar serta membayar tanpa surat tilang. Setelah ditawar denda menjadi Rp. 80.000,-. Dengan denda sebesar itu pun, Pengemudi tidak mampu membayar di tempat. Kedua polisi menawarkan diri mengawal pengemudi untuk mengambil uang di rumah dengan imbalan uang bensin Rp. 20.000. Akhirnya atas inisiatif salah seorang polisi, mereka menemani pengemudi ke ATM untuk mengambil uang tunai. Aksi kedua oknum polisi tersebut tidak berhenti sampai disini. Sebelum berpisah, salah seorang polisi meminta minyak wangi pengemudi yang dilihatnya sewaktu menggeledah mobil.

Memang tidak semua Polantas berbuat seperti itu. Mereka dengan mudah disebut sebagai oknum yang merusak citra kesatuan. Polisi seharusnya berperan sebagai alat negara penegak hukum, pengayom, dan pembimbing masyarakat sebagaimana diamanahkan UU No. 28 tahun 1997 tentang Kepolisian Negara Republik Indonesia. Selain berfungsi sebagai penegak hukum, Polisi juga mempunyai fungsi pelindung dan pelayanan masyarakat. Dalam menjalankan tugasnya, Polisi berhadapan lansung dengan masyarakat. Tugas dan wewenang kepolisian berkaitan erat dengan hak dan kewajiban warga negara. Pengemudi sebagai orang yang berhubungan langsung dengan Polantas juga sepatutnya mengetahui hak dan kewajibannya agar tidak diinjak-injak.

Terkena Tilang
Pada saat terjadi pelanggaran dan diberhentikan oleh polisi, biasanya pengemudi menjadi panik. Yang terpikir adalah menyelesaikan masalah secepat mungkin. Dan uang, berdasarkan pengalaman, adalah cara terbaik untuk menyelesaikannya. Polisi tentunya juga menyadari hal tersebut. Dalam berbagai kasus, polisi berusaha dengan sengaja mengupayakan ‘jalan damai’. Pengemudi yang melanggar didorong untuk membayar langsung di tempat tanpa surat tilang. Polisi mengulur waktu dalam mengisi surat tilang, menanyakan hal-hal yang telah tercantum pada STNK/SIM untuk memberi kesempatan para pengemudi mempertimbangkan bayar denda di tempat tanpa surat tilang. Bahkan ada polisi yang sengaja mencari-cari pelanggaran supaya pengemudi membayar denda dan menceritakan betapa sulitnya mengurus denda di pengadilan.

Jika anda menghadapi Polantas jangan panik. Tepikan kendaraan Anda dan siapkan STNK serta SIM. Bila perlu photo copy-lah STNK dan SIM Anda, Continue reading

Tertib! Respect Road Rules !

dsc00631.jpg

Share Tertib di jalan !

Yup, berikut hasil co-pas dari milis FSRJ dimana para miliser saling unjuk pendapat gimana sih caranya biar kita bisa jadi bikers yang tertib di jalan. Simak yuk .. :

PERTAMA YANG JELAS : Membaca doa bepergian 🙂
 
1. Marka Jalan garis putih terputus adalah marka pembatas bisa dilewati,
2. Marka Jalan garis putih tidak putus adalah marka pembatas yang tidak boleh dilewati, kalo yang di tepi jalan buat pembatas jalan,
3. Marka Jalan garis berwarna kuning, hati-hati bila berhenti pada garis tersebut, (dulu ada di jalan Sudirman Thamrin),
4. Marka Jalan garis ganda putus-putus dan utuh, kendaraan pada garis utuh tidak boleh melewati lajur, tapi kendaraan yang pada bagian garis putus-putus boleh melewati/pindah jalur,
5. Marka Garis serong, mendandakan kendaraan tidak boleh memasuki areal tersebut,
6. Marka Jalan berwarna merah, jangan berhenti di atas marka tersebut BERBAHAYA (marka Busway),
7. Bila berjalan dalam kecepatan yang sangat rendah, harus berada di lajur paling kiri dari lajur tujuan, (kalo mao cepet pindah ke lajur kanan, dengan sopan dan elegan),
8. Lajur Kanan hanya untuk kendaraan lebih cepat atau mendahului (jangan sengaja memperlambat kendaraan, karena hanya mengganggu kendaraan lain, apapun jabatan elu, tetep sebagai warga negara yang patuh lalin),
9. Bila dalam keadaan jalan kosong, bukan berarti dapat bermanuver dijalan raya, karena lebih berbahaya dibandingkan dengan jalanan yang sedang ramai,
10. Perhatikan jarak antar kendaraan, bila sedang beriringan atau menyalip kendaraan lain,
Continue reading

Sing Waras Ngalah

motor2.jpg 

Sunguh miris sekali melihat pengendara tiger Sport Touring (revo non CW) berplat B 6183 KKQ masalahnya seandainya beliau mahluk umum (masyarakat Umum) no problemlah. beliau adalah aparat kepolisian (terbukti dari sepatu BOTS, pentungan putih, celana coklat)mohon maaf sekali apabila salah ataupun oknum. saya melihat tgl 18 juni jam 06.00-07.00 di wilayah casablanka dengan mengemudi zig-zag ada salah satu bapak-bapak mengklakson beliau beliau malah memperlahankan motornya sambil menuding jari telunjuk sambil berkata-kata (entah kata apa yang dikeluarkan oleh sang jagoan karena saya mengunakan helm) merasa benar (Masya ALLAH)
utk itu saya himbau kepada seluruh rekan-rekan apabila ada yang berbarengan dengan motor tersebut harap bersabar, waspada, dan bersiap-siap ingatlah prinsip “Yang Waras ngalah”
buat yang berkepentingan yang “waras” mohon ditindaklanjuti kami butuh janji bukan bukti

Adwin  Haris

—————————

Miris juga membaca postingan bro Adwin di milis InBike ini. Pribadi seorang aparat idealnya mutlak untuk dijadikan sosok yang patut diteladani. Apa lacur? Oknum berbaju aparat justru memporak-porandakan keinginan masyarakat kebanyakan.

Berkendara zig-zag kadang terlihat menakutkan karena sikap tersebut justru membahayakan pengendara lain yang bisa saja salah membaca arah si pelaku zig-zag.

Jalanan bukan milik pribadi dan juga bukan sebuah sirkuit balap. Hormati pengguna jalan yang lain dan maksimalkan ilmu dari otak kita untuk bisa berdisiplin lalu lintas dengan baik dan benar.

Jarak Pandang Dan Zona Aman, Bukan Jarak Aman

sumber : http://www.honda-tiger.or.id/forum/showthread.php?t=19114 

Suatu malam di tahun 1995, di jalan tol dalam kota, dalam perjalanan pulang dari kantor, lalu lintas padat merayap. Setelah 15 menit merayap akhirnya jalan terbuka dan mobil mulai bisa berjalan lancar. Baru saja akan pindah gigi dari gigi 2 ke gigi 3, tiba-tiba mobil 10 meter di depan saya berhenti mendadak. Langsung saya injak rem … tapi rupanya saya terlambat ngerem … braaak … saya menabrak mobil di depan saya.

Saya langsung melihat ke kaca spion … dari belakang, saya lihat sepasang lampu mobil mendekat dengan cepat… kemudian terdengar suara ban mendecit … ciiiiiit …. braaak … diikuti suara ban mendecit lagi dan brak lagi … Saya tertabrak dari belakang … dan yang menabrak saya juga tertabrak dari belakang.

Malam itu total 5 mobil yang mengalami tabrakan beruntun… Untungnya, selalu ada untungnya kecepatan saat itu tidak terlalu tinggi, jadi kerusakan yang dialami semua yang terlibat kecelakaan tadi hanya bumper penyok.

JARAK AMAN

Pengalaman itu membuat saya selalu berusaha menjaga jarak dengan kendaraan di depan saya…. yang belakangan saya tahu disebut “Jarak Aman”.

Apa sih yang dimaksud dengan Jarak Aman?
Yang dimaksud dengan Jarak Aman adalah: Jarak yang harus dijaga atau ruang yang harus kosong antara satu kendaraan dengan kendaraan lain di depannya. Ini adalah tafsiran dan definisi saya sendiri, karena saya belum pernah membaca /mendengar definisi/penjelasan mengenai apa sih yang dimaksud dengan Jarak Aman.

Continue reading