Kampanye Keselamatan Jalan !

“BERSAMA SELAMATKAN PENGGUNA JALAN”

(berikan foot dan hand signal untuk antisipasi jalan rusak, dan meningkatkan awareness)

1.      

hand-foot-signals.jpg

  • Turunkan kaki kanan anda, bila melihat lubang di sebelah kanan, antisipasi kendaraan di belakang untuk menghindari lubang di sebelah kanan
  • Turunkan kaki kiri anda, bila melihat lubang di sebelah kiri, antisipasi kendaraan di belakang untuk menghindari lubang di sebelah kiri
  • Perlambat kendaraan, lalu, Angkat dan kepalkan tangan kiri anda, bila melihat kecelakaan, atau lubang melebar di jalan,mengisyaratkan kendaraan lain untuk memperlambat atau menghentikan laju kendaraannya, menghidari tabrakan beruntun.

Berbuat kebajikan walau hanya sedikit, sebarkan email ini keseluruh kerabat anda.

Selamatkan seluruh pengguna jalan dari keadaan jalan di Indonesia

Jangan tunggu birokrasi, mulai dari sekarang!!

Oknum pejabat korup tidak akan bisa dihilangkan dengan mudah

                                                                                       

Forum Safety Riding Jakarta / Road Safety Association

Email : fsrj.pengaduan@gmail.com

Semangat yang kini hilang

Dah lama pak Tegar ga keliatan di persimpangan, yup di persimpangan yang terkenal akan kesibukannya dalam menampung ratusan kendaraan dalam hitungan detik. Dulu pak Tegar selalu datang lebih awal di persimpangan ketimbang teman-temannya yang lain dan selalu tegap serta tegar berjalan sesuai namanya. Nama lengkapnya pak Tegar Pramantyo, kelahiran Temanggung kira-kira 40 tahun yang lalu. Beliau hidup dengan satu orang istri dan sepasang anak yang demikian sukses dalam berkarir. Karakter Kepolisian yang tegap membuat pak Tegar sudah sedari awal nyaman dengan pekerjaannya. Tapi semangat itu makin hari makin pudar, kenapa ?

Biasanya di persimpangan sibuk itu pak Tegar berdiri tegap dengan seragamnya dengan tak lupa membawa sebuah tongkat pengatur lalu-lintas. Gerakan-gerakan dinamis yang berfungsi mengatur lalu-lintas seperti sudah dihafal di luar kepala. Tak heran beliau menikmati tugasnya dengan amat sangat nyaman hingga hari ini sesuatu yang demikian ajaib menyurutkan semangatnya.

Pengendara tak lagi peduli fungsi lampu lalu lintas, hak jalan makin diserobot tanpa ada rasa malu. Keahlian berkendara di jalan sudah demikian hebat, saking hebatnya persimpangan yang dulu rapi kini bagai lampu start motogp dimana semua saling berlomba untuk hadir di grid depan.

Pernah sesekali pak Tegar coba menindak para pelanggar itu dengan maksud memperbaiki mental si pengendara. Apa lacur, pengendara sontak mengeluarkan SIM dan STNK plus uang 20-ribuan seolah meminta pak Tegar memaafkan tindakannya. Pernah sekali pak Tegar menerima lembaran 20ribuan itu dan perilaku di amini pula oleh para petugas yang saat itu sedang bersamanya. Yang ada sepulang bekerja pak Tegar tak dapat tidur nyenyak karena perilaku tadi seolah membenarkan kebiasaan-kebiasaan negatif para pengendara.

Pak Tegar kini sudah malas dan tengah membuat surat pengunduran dirinya. Institusi yang bila diniatkan bisa diperbaiki justru makin hari makin menghalal-kan solusi kilat di tengah padatnya lalu lintas. Dengan motor hitamnya yang setia, pak Tegar tetap berharap semoga setiap pengendara mau memperbaiki diri menjadi pengendara yang mengerti sopan santun di jalan raya.

Kasian pak Tegar !

(*karakter hanya fiktif tapi penggambaran situasi adalah yang sebenarnya)

Antara Mobil dan Motor

Car

Motorcycle

You drive a car. This means you sit in a seat and control the vehicle via controls.
You ride a motorcycle. This means that you grip and control the bike via you whole body moving your weight left and right, backward and forward.
You generally think of the 4 wheels as one thing e.g. when braking or turning a corner You think of the two wheels separately. They fulfill different roles at all times.
You do not take changes in the road surface that seriously. Changes in road surface e.g. a small patch of loose sand, wet concrete is critical.
A road works sign or side road entry means you slow down, become more alert, watch out for workers, trucks, tractors etc Same as for a car but with one serious addition . . . watch out for patches of loose gravel on the tar. Over time they can creep onto the road.
Wind? What wind? Strong winds can cause high fuel consumption or even cause you to fall off.
Conversation, music, eating and drinking etc is part of the fun. There are some gizmos and gadgets that can help but they came with a price i.e. both financial and convenience wise. The question is, should a bike rider going at speed be distracted by conversation?
Passengers do not impact on the ride. Passengers are as much part of the ride as the rider. They can work with you or against you.
The brake is generally the way to get out of bad situations. When things go wrong opening up the throttle is often the solution e.g. when the bike looses traction on a loose surface a little extra gas can do the trick
The brakes are one unit . . . your only decision is when to use them. The braking systems for front and back wheels are usually separate. Sometimes you use them together, sometimes separately and sometimes the order you apply them in is different.
A recent rain storm generally means that you come out to a dirty car A recent rain storm means that the route you know so well must be treated like virgin territory. This is due to the new deposits of loose sand that will have been deposited in unexpected places.
Your own shadow means nothing Your own shadow stretched out directly in front of your bike means that cars will be looking into the sun. Therefore be more cautious at intersections as on coming cars may not see you.
The changing colour of the road surface is probably something you have never noticed Differing colours or marks on the road surface could mean a road hazard e.g. oil, brake fluid, diesel or a host of other slippery concoctions. Go round them!
The accelerator is used to accelerate the motor vehicle The accelerator is used to both speed up and slow down the bike.

( http://www.flamesonmytank.co.za/ride.htm )

Bahaya jas hujan model Ponco

Jas Hujan model Ponco

dear semuanya….

saya mau berbagi informasi saja…
teman kantor saya hari ini telah meninggalkan rekan2 kerja, istri dan 2 anak
yang masih usia 2 tahun dan 8 bulan serta cita2nya untuk mencari kehidupan
yang lebih baik lagi bersama keluarga tercinta

yang bersangkutan mengalami kecelakaan individual di daerah rawamangun pada
pukul 6 pagi, jas hujan yang dipakai sehari2 menyangkut diputaran rantai ban
belakang motor bebek yang ia kendarai…

ybs tertarik kebelakang dan jatuh dengan leher patah…..

untuk rekan2 pengguna motor..plis kalo sayang nyawa….jangan deh
menggunakan jas Hujan Model Ponco kalo mengendarai motor…

jangan cari alasan krn bawa ransel atau bisa dipakai berduaan waktu
boncengan… dan simple dalam penggunaan.. .tapi nyawa harus meregang…

salam biker..

yudha

(*milis HTML dan beberapa milis otomotif)

MULAILAH PEDULI KEPADA DIRI SENDIRI DAN ORANG LAIN … JANGAN BERBUAT BODOH DI JALAN RAYA !

Ketidakdisiplinan para pengendara

JAKARTA, KOMPAS – Setiap bulan ada sekitar 300 pengendara sepeda motor
meninggal dunia dalam kecelakaan lalu lintas di Jakarta. Penyebab
utama adalah ketidakdisiplinan para pengendara dalam berkendara.

Kepala Bidang Kajian Transportasi Universitas Trisakti Fransiscus
Trisbiantara mengatakan, sebagian besar dari mereka adalah pencari
nafkah yang tergolong dalam usia produktif. Demikian terungkap dalam
konferensi pers mengenai evaluasi transportasi di Jakarta selama tahun
2007 yang diselenggarakan oleh Institut Studi Transportasi (Instran),
Senin (31/12).

Kematian pengendara usia produktif itu dikhawatirkan memunculkan
masalah sosial, yaitu bertambahnya angka penduduk yang terancam
telantar. Mereka yang telantar adalah keluarga dari korban kecelakaan
lalu lintas tersebut.

Kajian yang ditemukan Dewan Transportasi Kota Provinsi DKI Jakarta
(DTKJ) mengungkapkan, lebih dari 50 persen korban itu tidak memiliki
surat izin mengemudi (SIM). Oleh karena itu, Trisbiantara menganjurkan
agar pihak kepolisian lalu lintas meningkatkan razia pengendara motor
secara berkala.

Trisbiantara meminta kepolisian memperketat proses pembuatan SIM. Ia
menilai selama ini pembuatan SIM dianggap terlalu mudah. Dengan
demikian, siapa pun dapat memperoleh surat izin tersebut tanpa
memerhatikan keterampilan berkendara calon pemegang SIM.

Ia juga berharap pemerintah provinsi kembali merancang pembuatan jalur
khusus sepeda motor yang sempat mengemuka. Menurut dia, jalur khusus
tersebut sangat diperlukan, mengingat pertumbuhan jumlah pengguna
sepeda motor yang tidak terkendali.

Kemacetan

Mantan anggota Komisi IV DTKJ ini mengatakan, maraknya pembangunan mal
di sudut persimpangan jalan (junction mall) akan menimbulkan
titik-titik kemacetan baru jika tidak diperhitungkan kapasitas dan
arus masuk-keluar kendaraan di mal tersebut. Oleh sebab itu,
pembangunan mal baru harus disertai dengan perencanaan penataan
transportasi pada awal pelaksanaan proyek.

Kemacetan juga bisa dikurangi dengan menata pedagang kaki lima dan
parkir di badan jalan. Berdasarkan perhitungan Trisbiantara, pedagang
kaki lima dan parkir mengurangi lebar jalan hingga 30 persen.

Menanggapi rencana Gubernur DKI Jakarta Fauzi Bowo yang akan membangun
enam ruas jalan tol di tengah kota, Direktur Instran Darmaningtyas
berpendapat, hal itu tidak akan memecahkan masalah kemacetan.

Menurut dia, dalam jangka panjang, ketersediaan jalan tol tengah kota
justru merangsang pengguna jalan untuk membeli kendaraan pribadi. Hal
itu akan menimbulkan masalah kemacetan yang lebih hebat dalam tiga
hingga empat tahun ke depan.

Seharusnya Pemerintah Provinsi DKI mengoptimalkan penggunaan sarana
transportasi massal yang sudah ada selama ini, misalnya bus jalur
khusus (transjakarta).

Kenaikan tarif bus bisa saja dilaksanakan bila sistem keuangan
perusahaan pengelola sudah terjamin transparansi dan akuntabilitasnya.
Apabila tarif sudah bisa dinaikkan, subsidi pemerintah dialihkan untuk
meremajakan bus-bus kota yang ada sehingga pengguna kendaraan pribadi
mau beralih menggunakan angkutan massal.

Separator

Darmaningtyas menyatakan keberatan jika separator jalur bus
transjakarta dihilangkan. Ia beralasan, meskipun sudah dipasang
separator, jalur bus khusus itu sudah sering diserobot kendaraan lain.
“Apalagi kalau tidak ada separator,” ujarnya.

Penyerobotan jalur itu menyebabkan kemacetan bagi angkutan massal yang
semula dirancang untuk bebas macet itu.

Darmaningtyas khawatir, orang yang semula sudah bersedia menggunakan
bus jalur khusus akhirnya berpindah kembali ke kendaraan pribadi
karena sama-sama mendapat kemacetan. (A07)

http://www.kompas.com/kompas-cetak/0801/02/metro/4114752.htm

Sadar Keselamatan Diri Sendiri

Perlengkapan lengkap Aman Berkendara (*istilah kerennya Safety Riding) memang tidak menjamin kita mampu selamat dari kecelakaan tapi paling tidak perlengkapan yang memadai dapat mengurangi resiko cedera berlebih. Jadi inget beberapa cerita teman dibawah ini …

1. Helm tidak di-klik.
Sebut saja namanya Eben, kalo naik motor selalu menyepelekan bunyi klik yang seharusnya terdengar saat kita mengenakan helm. Cerita punya cerita di tengah perjalanan kepalanya benjol setelah terjatuh dari motor setelah helm nya terlepas dari kepala. Kok bisa lepas? Ya karena ga di klik sih. Kok bisa jatuh? Ya namanya jalanan siapa saja bisa berbuat kesalahan dan kali ini kesalahan dibuat pengendara motor batangan yang berjalan zig-zag. Seperti efek domino, ketika ada momen beradu satu sama lain, efeknya bagi yang sudah berhati-hati pun bisa ketiban sial. Dan kali ini menimpa si Eben, dah sial kena efek domino, eh tuh helm melejit dari kepala yang membuatnya terjatuh dan benjol. Beruntung hanya benjol, coba kalo kepalanya kesambar motor dari belakang. Iiihhh … serem deh. Yuk .. di klik helmnya, tapi liat lagi helm nya ! Cetok bukan? lha wong helm mahal aja bukan jaminan selamat apalagi model cetok. Pake Cetok? Goblok ! Ga pake? Apalagi !!

2. Kebetulan pake Sandal.
Nah yang ini namanya Sapto, sehari-harinya melintas di jalur Casablanca. Jalanan seperti menyimpan sebuah kejutan dan sewaktu-waktu kita sebagai pengguna jalan bisa menjadi penerima kejutan tersebut. Sehari-hari Sapto memang mengenakan sepatu untuk berkendara tapi ya dasar nya lagi apes, di hari yang cerah itu karena terburu-buru justru sepatu yang biasa dipakainya kini terlewatkan untuk dikenakan. Jadilah kita tengah melintas di Fly Over, entah tergerus aspal atau mungkin terbentur footstep motor lain, sukseslah punggung kakinya mengucurkan darah segar. Kejadian kecil yang seharusnya bisa diantisipasi oleh sebuah sepatu tapi justru hanya membuahkan penyesalan karena sifat terburu-burunya. Sepatu menjadi perlengkapan standar berkendara karena memang memberikan perlindungan, tentunya kembali ke kualitas sepatu itu sendiri. Dan jika kita sudah berniat melindungi diri sendiri sedari awal, semoga kejadian kucuran darah itu tidak menimpa diri kita.

3. Salahkan pak Polisi !!!
Kemacetan sudah tidak bisa dihindari lagi dan memang sudah menjadi menu utama berkendara sehari-hari. Kejadian sedikit berbeda di pagi hari yang cerah ini. Continue reading

JURUS AMAN DAN NYAMAN NAIK MOTOR

oleh :  (Ir. Doan Syahreza Auditya, bekerja pada Laboratorium Surya, Departemen Mesin, ITB)

Harga bahan bakar minyak (BBM) yang kian melonjak mendorong pengguna jalan raya makin pilih-pilih soal jenis kendaraan pribadinya. Mobil-mobil ber-cc kecil yang irit BBM makin digemari. Tak sedikit pula yang akhirnya mengadopsi tunggangan kendaraan dua roda (KDR) seperti sepeda motor atau skuter. Alasannya, tak hanya irit tapi juga murah biaya perawatannya, beragam modelnya, dan nyaris antimacet.

Anda yang memilih KDR tentu harus siap berbasah-basah jika hujan, dan berpanas ria jika hari terang. Kelemahan lain, tidak bisa membawa banyak barang maupun penumpang. Juga, seperti kata Michael Doohan, mantan jawara dunia balap motor GP 500, naik motor lebih besar risikonya ketimbang mobil.

Untuk itu risiko yang ada sebaiknya justru dipelajari dan diketahui cara mencegahnya. Cara belajar terbaik tentu dengan terus mencoba menemukan teknik yang sesuai dan meningkatkan “jam terbang” di atas sadel KDR. Namun, pengalaman saja belum cukup. Perlu diikuti penguasaan sebanyak mungkin informasi tentang rambu-rambu lalu lintas, pemahaman kondisi psikologis pengguna jalan, dan tentunya KDR Anda sendiri.

<> Memahami tiga gaya

Konfigurasi dua roda pada setiap KDR amat menentukan kenyamanan berkendara. Kedua ban KDR akan bergesekan dengan permukaan jalan, menimbulkan apa yang populer disebut daya cengkeram. Daya ini dipengaruhi tiga gaya yaitu gaya gerak (driving force), gaya rem (braking force), dan gaya belok (side force).

Gaya gerak dihasilkan oleh mesin dan diteruskan ke roda belakang melalui rantai (beberapa KDR tidak pakai rantai tapi propeller shaft layaknya mobil, namun ini tidak populer). Gaya inilah yang mendorong KDR bergerak ke depan. Untuk memperlambat atau menghentikan laju gerakan KDR dimunculkanlah gaya rem melalui pengereman (deselerasi). Sementara gaya belok muncul saat KDR berbelok, dan hanya karena gaya inilah kendaraan bisa berubah arah. Gaya ini juga penting dalam menjaga keseimbangan dan pengendalian KDR.

Continue reading