Semangat yang kini hilang

Dah lama pak Tegar ga keliatan di persimpangan, yup di persimpangan yang terkenal akan kesibukannya dalam menampung ratusan kendaraan dalam hitungan detik. Dulu pak Tegar selalu datang lebih awal di persimpangan ketimbang teman-temannya yang lain dan selalu tegap serta tegar berjalan sesuai namanya. Nama lengkapnya pak Tegar Pramantyo, kelahiran Temanggung kira-kira 40 tahun yang lalu. Beliau hidup dengan satu orang istri dan sepasang anak yang demikian sukses dalam berkarir. Karakter Kepolisian yang tegap membuat pak Tegar sudah sedari awal nyaman dengan pekerjaannya. Tapi semangat itu makin hari makin pudar, kenapa ?

Biasanya di persimpangan sibuk itu pak Tegar berdiri tegap dengan seragamnya dengan tak lupa membawa sebuah tongkat pengatur lalu-lintas. Gerakan-gerakan dinamis yang berfungsi mengatur lalu-lintas seperti sudah dihafal di luar kepala. Tak heran beliau menikmati tugasnya dengan amat sangat nyaman hingga hari ini sesuatu yang demikian ajaib menyurutkan semangatnya.

Pengendara tak lagi peduli fungsi lampu lalu lintas, hak jalan makin diserobot tanpa ada rasa malu. Keahlian berkendara di jalan sudah demikian hebat, saking hebatnya persimpangan yang dulu rapi kini bagai lampu start motogp dimana semua saling berlomba untuk hadir di grid depan.

Pernah sesekali pak Tegar coba menindak para pelanggar itu dengan maksud memperbaiki mental si pengendara. Apa lacur, pengendara sontak mengeluarkan SIM dan STNK plus uang 20-ribuan seolah meminta pak Tegar memaafkan tindakannya. Pernah sekali pak Tegar menerima lembaran 20ribuan itu dan perilaku di amini pula oleh para petugas yang saat itu sedang bersamanya. Yang ada sepulang bekerja pak Tegar tak dapat tidur nyenyak karena perilaku tadi seolah membenarkan kebiasaan-kebiasaan negatif para pengendara.

Pak Tegar kini sudah malas dan tengah membuat surat pengunduran dirinya. Institusi yang bila diniatkan bisa diperbaiki justru makin hari makin menghalal-kan solusi kilat di tengah padatnya lalu lintas. Dengan motor hitamnya yang setia, pak Tegar tetap berharap semoga setiap pengendara mau memperbaiki diri menjadi pengendara yang mengerti sopan santun di jalan raya.

Kasian pak Tegar !

(*karakter hanya fiktif tapi penggambaran situasi adalah yang sebenarnya)

2 Responses

  1. polisi jujur itu langka. Jadi ingat Gotham Citynya Batman.

  2. kaya nama temen SMP gue dulu, Tegar

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: