Sekilas tentang GRSP – MOT Helmet Action Plan Work Shop

 grsp.jpg

” Kematian dan luka berat akibat kecelakaan sepeda motor telah menjadi factor dominan pada situasi trauma jalan di Indonesia, jika diperhatikan secara seksama kecelakaan tertinggi terjadi pada jalan jalan utama di luar kota pada beberapa propinsi di Indonesia, Saya mencatat bahwa sepanjang periode libur lebaran tahun ini, liputan internasional melaporkan 322 orang tewas dan 75 % diantaranya pengendara sepeda motor…” Demikian diantaranya sambutan Robert Klein, GRSP Regional Programme Director East Asia pada pembukaan Work Shop Action Plan for Helmet Wearing di Hotel Four Sesion Jakarta 5-6 Nopember yang lalu.

Global Road Safety Partner Ship ( www.grsproadsafety.org), bekerja sama dengan Sekeretariat Jenderal ASEAN, dan Negara kelompok GRSP telah melaksanakan work-shop penggunaan Helm di Negara Negara Asean seperti Thailand, Laos, Kamboja, Vietnam, Malaysia dan di Indonesia.
Di Indonesia Work-Shop ini dilakukan atas kerjasama GRSP Indonesia dan Departemen Perhubungan, Work shop yang bertujuan membentuk rencana aksi penggunaan helm di Indonesia sebagai entry point untuk masalah keselamatan di Jalan ini, diikuti oleh pejabat dari Departemen teknis terkait, Akademisi, Sektor swasta dan tentu saja masyarakat pengguna sepeda motor.

Dari Pengguna sepeda motor yang diundang oleh panitia adalah Forum Safety Riding Jakarta, yang kemudian mengirimkan Syamsul-M ( HTML ), Lucky ( Yamaha Jupiter Owner Community ) dan Rio ( Daihatsu Taruna Club – Brigade Motor Club) , sebenarnya dari kalangan pengguna sepeda motor selain FSRJ, juga tampak terlihat hadir di work shop itu, seperti Suharjo Nugroho ( Jojo, HTML ), tapi kehadirannya membawa bendera sektor swasta.

Continue reading

Advertisements

Mengenai posting “Hati-hati motor Matic”

URL Video : http://s234.photobucket.com/albums/ee13/aldin_on_air/?action=view&current=matic.flv

Seminggu terakhir banyak mailing list yang ramai melakukan posting video dan diskusi tentang “Bahaya Matic”. Apakah sebesar itukah bahayanya jika kita memiliki kendaraan ber-transmisi otomatis alias Matic. Pada video tersebut tertangkap gambar seorang bapak bersama putrinya berhenti di sebuah kios, sementara kendaraan matic nya masih dalam keadaan menyala saat standar samping dilakukan. Tak disangka si kecil memutar gas yang menyebabkan motor meluncur dan jatuh mencium aspal.

Apa yang salah dalam penggambaran yang ada pada video tersebut, banyak peserta milis yang lantas mengapungkan ancaman sebuah motor Matic terhadap anak-anak di bawah umur. Apakah pantas adanya jika moda Matic dijadikan kambing hitam nomor satu karena sistem kerjanya yang sederhana? Sepertinya tidak! Karena dalam video tersebut masih banyak sisi lain yang bisa di eksplorasi berkaitan dengan pengenalan pengendara dengan kendaraannya.

Salah satu varian motor Matic tanah air sudah dilengkapi side-stand switch dan pengunci rem belakang, fitur tersebut mampu mengurangi resiko kecelakaan jika seorang anak di bawah umur berada di atas sebuah motor Matic. Motor jenis ini sama bahayanya dengan motor bebek/cub, skuter macam Vespa dan bahkan motor sport sekalipun jika kendaraan tersebut ditinggalkan dalam keadaan menyala baik gigi dalam posisi menyala ataupun netral.

Apa lagi yang menjadi kekeliruan sang Bapak dalam video tersebut? Piranti pengaman paling dasar seperti helm sepertinya sudah ditinggalkan oleh sang empunya. Jika video dapat tertayang lebih lama kira-kira apa yang terjadi pada si kecil saat mencium aspal karena sepertinya laju motor tersebut lumayan kencang hingga akhirnya terjatuh.

Intinya adalah kewaspadaan orang tua pada putra-putrinya dalam berkendara dan pengenalan secara dekat dengan sistem yang dianut kendaraannya.

Ride Safe!