Mari Sopan Santun di Jalan Raya

oleh: Erwin Arianto
SOURCE

Setiap hari saya berangkat menuju tempat kerja melalui jalan raya, betapa sedihnya hati saya melihat pengguna jalan raya semakin menunjukan ego pribadinya masing-masing. Semua orang merasa penting dan patut didahului. Sehingga semua memaksakan keinginannya dan menyebabkan hukum yang berlaku di jalan raya adalah hukum rimba. Siapa kuat dia yang menang. Dan hal ini yang menyebabkan besarnya kecelakaan lalu lintas.

Saya akan membahas beberapa sudut pandang saya sebagai pengguna jalan raya dari berbagai sudut.

Pertama saya sebagai penggendara motor, jujur motor adalah kendaraan yang saya pakai sebagai transportasi utama saya menuju tempat jemputan saya dengan alasan cepat, murah dan bisa nyelip. Diri saya sebagai pengendara motor, musuh utama saya adalah pengguna jalan mobil pribadi, saat saya menggunakan motor terkadang saya kesal dengan mobil pribadi karena tidak mau ngalah dan berjalan berbelok tanpa send, nanti saya senggol dan mobilnya baret pasti akan marah. Kedua angkutan umum dimana angkutan umum dengan sembarang berbelok, berhenti ngebut sembarangan saya hamper celaka karena angkutan umum… pejalan kaki yang tiba-tiba melintas terkadang hamper saya menabraknya. mungkin sahabat pengendara motor akan setuju dengan pendapat ini, tapi jujur ini tidak semuanya benar. karena motor seperti kita sering menjadi penyebab macet dan rawan kecelakaan.

Kedua, diri saya sebagai pengendara mobil pribadi, saya sering menggunakan metode ini sekali-sekali saja jika libur atau pun kepepet. Musuh utama saya adalah motor di mana saya suka bingung untuk menempatkan posisi. Jujur saya sering membuat macet dengan berhenti sembarangan dan menyupir ugal-ugalan. Ketiga pejalan kaki, seperti kasus saya menggunakan motor,  musuh pengendara mobil pribadi adalah pejalan kaki yang tidak tertib. Yang terakhir adalah sesama mobil pribadi yang terkadang memancing saya untuk menjadi mental pembalap. Yang menyebabkan kerawanan berkendara di jalan raya.

Ketiga, sebagai pejalan kaki, terkadang saya sering berjalan kaki di mana sebagai pejalan kaki saya merasa ngeri untuk berjalan di trotoar apa lagi jika jalanan macet. Hak saya diambil motor trotoar dinaiki oleh motor. Untuk menyebrang pun saya bingung untuk menyebrang di mana, motor, mobil pribadi, angkutan umum semua jalan serba cepat dan tidak tertib. Sebagai pejalan kaki saya sadar posisi saya sangat lemah dan rentan di jalan raya dan saya target kecelakaan yang paling rentan.

Keempat sebagai pengguna angkutan umum, saya menyadari supir angkutan umum sering melanggar aturan lalu lintas demi setoran dan stres menghadapi macet walau terkadang angkutan umum sering menjadi sumber kemacetan.

Kalau melihat dari sudut pandang masing-masing semua memiliki alasan untuk cepat dan didahulukan dalam di jalan raya. Pernahkah terpikir oleh masing-masing untuk saling menjaga? Cobalah kita bayangkan bila semua mengikuti aturan seperti sepeda motor tidak berjalan main serobot, angkutan umum tidak berhenti sembarangan, pejalan kaki berjalan di tempat yang ditentukan, menggunakan jembatan penyebrangan jika menyebrang. Mobil pribadi berjalan dengan tenang. Mungkin jalanan Jakarta tidak akan macet seperti sekarang.

Saya pribadi dalam hati menginginkan jalan raya yang tertib. Untuk pemerintah dan polisi saya memiliki permintaan. Untuk bapak polisi yang terhormat tolong atur kami yang terkadang nakal di jalan raya dan tertibkan jalan raya. Tetapi Pak, jangan kami dijadikan tempat mencari uang dengan melakukan jebakan dan bersembunyi, di mana jika kami melanggar bapak polisi yang terhormat segera muncul untuk menilang kami. Di mana transaksi tawar-menawar seperti di pasar pun dilaksanakan. Di mana ada uang pelanggaran kami akan selesai. Semoga pak polisi jadi aparat yang jujur dan berwibawa dalam menertibkan lalu lintas.

Untuk pemerintah tolong kami Pak,  sediakan solusi kemacetan ini, kami hanya mengingatkan sebelum bapak menjabat bapak pernah menjanjikan kami memperbaiki keadaan termaksud keadaan lalulintas. Dan tolong berikan kami solusi angkutan umum yang tertib, aman dan nyaman. Jangan karena bapak menjabat,  ketika kami bermacet-macetan, bapak dengan kawalan polisi bapak melenggang dengan mengorbankan kami dengan cara menyetop semua kendaraan yang ada. Tolong bapak pemerintahan mari kita rasakan kemacetan bersama agar kami dapat diberikan solusi, betapa tidak enaknya kemacetan ini.

Kepada semua pengguna jalan raya saya berharap kita untuk sadar dan menggunakan jalan raya untuk kepentingan bersama agar tertib. Karena jika kita pribadi per pribadi dapat tertib akan terwujud ketertiban nasional. Dan jalan raya akan lebih manusiawi. Mari bersama kita wujudkan ketertiban di jalan raya, agar tercipta jalan yang baik, nyaman, dan manusiawi.

“Dengan menghargai dan memberikan hak orang lain, sama dengan kita menghargai dan menggormati diri kita sendiri ” EA

Tulisan ini ditujukan untuk semua pengguna jalan raya

Depok 20 July 2007
Erwin Arianto http://blogerwinarianto.blogspot.com/

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: