Ramainya Jalan – Ramainya Emosi

dsc00952.jpg

Jalan raya memang seolah menyimpan berbagai pernik, tingkah polah dan perilaku yang bervariasi dimana setiap hari ada saja kejadian unik dan pemandangan menarik mewarnai kejamnya bentuk lalu-lintas di Jakarta. Sudah tidak aneh melihat perilaku menerobos lampu merah, naik ke trotoar hingga adu kebut yang berujung mesra dengan aspal. Kita yang mengaku berpendidikan seolah diberi pilihan untuk bergabung dengan para mayoritas atau tetap menjadi minoritas dan menjadi “orang aneh” d jalan raya. Pilihan sulit atau justru pilihan yang teramat mudah ?

Sekali waktu atau lebih tepatnya kemarin terjadi perselisihan antar dua motor yang saling mengambil tempat di kemacetan. Entah bagaimana awalnya mendadak melaju sebuah motor dari sisi kanan sembari mengejar satu motor yang sudah berada disisi kiri, spontan .. plaaak, tangan pengendara di kanan menjulur dan meninju lawannya agar tau diri dalam berkendara. main hakim sendiri yang sontak membuat beberapa motor berhenti melerai. Satu motor kebagian menahan laju pukulan si pemarah, satu lagi (tepatnya gue) melindungi si korban sembari memberi nasehat sederhana agar hati-hati saat macet. Kata-kata sumpah serapah yang sempat muncul akhirnya teredam karena situasi sudah semakin macet dan di kanan-kiri klakson sudah saling adu suara.

Saling bersinggungan memang hal biasa dan wajar, tapi justru menjadi hal yang tidak biasa dan tidak wajar saat si pelaku main lari begitu saja tanpa meminta maaf. Ada sebab ada akibat, dan emosi kitalah yang akan memegang kendali lebih tinggi. Siapa yang mau menanggung rugi jika persinggungan itu menimbulkan korban baik materi bahkan nyawa ? Disinilah inti dari sikap berhati-hati saat  berkendara.

Sifat disiplin memang lahir dari diri sendiri dan jika semua sudah pada tempatnya dimana rambu-rambu ditaati dan pengendara lain dihargai maka perjalanan saat pulang dan pergi pun akan terasa menyenangkan. Mulailan menghargai semua aspek yang ada di jalan raya, berkendara dengan roda dua sebenarnya adalah hal yang teramat sulit dan bukan hanya soal menarik gas dan menekan rem. Coba deh renungkan sekali saja, sulitkah atau mudahkan mengikuti aturan yang berlaku di jalan raya ?

Menjadi disiplin dan menahan emosi adalah pilihan anda.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: