(ResponPribadi) Atas Surat Terbuka FSRJ

(ResponPribadi) Atas Surat Terbuka FSRJ

Bagai efek bola salju, mengirimkan email keluhan yang dilayangkan ke sebuah milis tentunya menjadi santapan empuk bagi mereka yang ingin berbagi informasi ke lain khalayak. Hal ini terjadi terhadap surat bertajuk “Surat Terbuka FSRJ” yang dilayangkan ke JakTV secara umum dan Mi’ing (sdr Dedi Gumelar) secara khusus yang malam itu bertindak sebagai Host/Moderator.

Secara terbuka Moderator City View JakTV tersebut mengkritik kebiasaan bikers yang memiliki tabiat ‘seruntulan’ di jalan raya. Saya yang malam itu menjadi narasumber atas nama komunitas roda dua seolah-olah dianggap meng-iya-kan seluruh pernyataan Moderator dan memangnya dalam hati saya sendiri malam itu memang benar-benar men-iya-kan tanpa intervensi dari pihak manapun. Kalau boleh sedikit bercerita tentang cerita dibalik layar acara JakTV tersebut, pengalaman tampil di media TV memang menjadi yang pertama, apalagi sebelum acara itu ‘go live’, saya dan narasumber lain tidak mendapatkan brief yang cukup tentang fokus diskusi. Acara yang diangkat adalah tentang Disiplin Lalu Lintas tapi di tengah-tengah saya sempat menyayangkan juga kalau arah diskusi sempat belok ke moda transportasi busway. Durasi yang hanya satu jam, tentunya tidak tepat satu jam diskusinya, memang menjadi penghambat saya untuk menyalurkan uneg-uneg pribadi maupun pesan-pesan yang mengikuti sebelum acara tersebut ‘live’. Dengan tulisan ini pula saya meminta maaf kepada rekan bikers (khususnya yang mengatas namakan bikers klub/komunitas) jika informasi/respon yang saya berikan di televisi tidak mampu memuaskan dahaga sebagian besar individu.

Satu hal yang amat saya sayangkan bahwa respon bergerak begitu cepat fenomena bikers yang belum mampu taat lalu lintas memang menjadi jumlah mayoritas di jalan raya, entah melalui perilaku terobos lampu merah, ugal-ugalan tanpa memperhatikan keselamatan pengendara lain, meremehkan rambu-rambu lalu lintas serta nilai-nilai minus lain. Disinilah (mungkin) posisi ideal klub/komunitas bikers untuk bisa sedikit demi sedikit merubah kebiasaan mayoritas bikers. Saya juga sudah secara terbuka menyampaikan ragam informasi tindakan apa yang sudah dilakukan oleh komunitas tempat saya bernaung ketika ditanyakan oleh Moderator. Dan di akhir acara pun Moderator tetap memberikan waktu bagi narasumber untuk menyampaikan pesan-pesannya, itu pun dengan waktu yang teramat terbatas.

“Surat Terbuka” ini sudah terlalu jauh bergerak melewati topik awal. Di sela-sela break live show tersebut sebenarnya Moderator dan narasumber juga berdiskusi usaha apa yang mungkin bisa ditempuh dalam rangka menaikan angka disiplin, salah satunya melalui acara yang fokusnya mengejar tingkat malu perilaku masyarakat pengguna jalan raya. Cara ini bisa ditempuh seperti membuat acara reality show yang memfokuskan kamera kepada setiap pelanggaran jalan raya dan si tersangka dibuat malu secara nasional bahwa memang perilakunya tidak patut untuk dicontoh. Cara lain pun muncul seperti ada saatnya bagi para member klub/komunitas bikers membantu pihak kePolisian saat weekend untuk melakukan kampanye disiplin jalan raya.

FSRJ terlalu awal melayangkan keluhan melalui surat elektronik tanpa berusaha mendekati secara personal setiap individu yang terlibat dalam posisi narasumber karena ada sosok petinggi KePolisian dan Psikolog Perkotaan disana. Efeknya lagi kini surat tersebut telah sukses beredar melalui edisi terbaru MotorPlus (Ed 438) dan lagi-lagi topik awal berlanjut diluar ekspektasi seperti membenturkan posisi pengguna roda dua dan empat dan hal-hal yang merugikan bikers klub/komunitas secara khusus.

Bahasa tulisan memang berbeda dengan bahasa lisan, dan jika semua yang melakukan respon mau berdiskusi secara sehat tentunya jalan keluar pelan-pelan bisa dicari. Sebuah talk show dimanapun tidak akan melahirkan solusi, begitupun halnya dengan seminar atau apapun lah namanya. Talk Show hanya menawarkan solusi yang nantinya terserah pihak-pihak terkait mau me-realisasikannya atau tidak. PR yang teramat berat jika memang ada pihak-pihak yang mau mengerjakannya.

— Andry Berlianto —
KaDiv Satgas Karisma_Honda Cyber Community
Part of Big Family of Indosat Bikers’ Community
B 6537 KCL
indie.rider@gmail.com
https://lampuhijau.wordpress.com
http://ridesafe.multiply.com

2 Responses

  1. Udah bener Tuh Ndri, Tinggal Bagaimana caranya bikers membuat sejarah????????

  2. […] Aku Cinta Indonesia Kelar baca pendapat bro Raditya tentang kelakuan bikers di jalan, ditambah respon pribadi bro Andry, saya tergelitik tergoda bernafsu terdorong untuk ngeluarin pendapat tentang hal yang […]

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: