Konvoi oleh Sipil

Mencermati postingan bro Febil di milis karisma_honda@yahoogroups.com perihal pengawalan oleh sipil, gw langsung ngebut browsing cari pembenaran tentang segala hal berbau pengawalan. Salah satunya tertuang di link berikut pp43tahun1993.pdf . Lihat dari Bab VIII Tata Cara ber lalu lintas Pasal 51 dst. Kalau kembali ke kasus Febil, keutamaan pengawalan ada di Pasal 65 mengenai skala prioritas mereka yang  berhak mendapatkan nilai plus di jalan raya. Implementasinya kembali pada personal yang berhak mengatur lalu-lintas dan bukan dari warga sipil.

Sipil ? Hmmm .. bagaimanapun gw gak setuju sipil ikut2an menjadi pengatur jalan, tapi situasi dan kondisi serta tradisi memaksa kita bergerak diluar etika kenyamanan berkendara. Kita bisa apa ? Bagaimanapun caranya pengawalan dilakukan hendaknya juga menghormati hak-hak pengguna jalan yang lain.

———

isi milis (unedited) : Dear Bro,Hari kamis malam sekitar pukul 23:00 gw melintas dari Jl. Casablanca
lalu memasuki Jl.DR.Saharjo menuju Kalibata/Ps.Minggu, bersamaaan
dengan itu melintas pula ambulans dengan sirinenya dengan di ikuti
oleh beberapa mobil dan di kawal oleh beberapa Bikers dari salah satu
organisasi biker yg sudah cukup kita kenal. Sempat mengikuti
rombongan tersebut karena searah menuju kalibata/Ps.minggui sebelum
akhirnya gw tinggalkan di daerah pancoran.Ada yang mengganjal di fikiran gw mengenai Tata Cara pengawalan yg
dilakukan para Bro Bikers tsb,
tetapi para bikers yang melakukan pengawalan tersebut gw yakin adalah
bikers dengan pengetahuan berkendara yg cukup baik, gw dapat
mengambil kesimpulan bahwa mereka tersebut adalah bikers yg baik
setelah melihat banyaknya sticker organisasi biker yg tertempel pada
motor mereka dan kemungkinan besar mereka mengikuti organisasi motor
lebih dari satu, ada pula bro kita dari KHCC dengan No Reg 074 (kalo
ngga salah) yang merupakan salah seorang dari bikers pengawal tsb,
walaupun sedang mengenakan jaket organisasi lain, tapi sticker KHCC
tercinta langsung menarik perhatian gw. Gw akhirnya kembali menarik
kesimpulan bahwa dalam kejadian ini mungkin GW lah yg katro, ndeso
dan kuper yang tidak mengetahui tata cara pengawalan yang benar,
sehingga kejadian di atas bertentangan dengan tata cara yg ada di
fikiran gw.

Berangkat dari pengalaman ini, gw berharap Divisi Safety Riding KHCC
dapat menjelaskan atau memberi masukan kepada kita semua di sini
tentang Tata Cara Pengawalan yang benar oleh Sipil, apa yg harus kita
lakukan selama pengawalan dan apa yg tidak boleh kita lakukan selama
pengawalan, Apakah selama pengawalan diperbolehkan membunyikan
klakson besar dengan tempo yang panjang, apakah diperbolehkan
memerintahkan pengguna jalan lain untuk menepi sambil membunyikan
klakson besar dengan tempo yg panjang, apakah boleh ketika (dalam
pengawalan tsb)dan kita dihadapkan pada lampu merah dimana sudah
banyak kendaraan yg berhenti di barisan depan lalu kita membunyikan
klakson besar dengan tempo yg panjang agar mereka mau memberikan kita
jalan untuk menerobos lampu merah yang pada akhirnya para pengguna
jalan lain pun terprovokasi untuk melakukan hal yg sama (menerobos
lampu merah).

Untuk Bro dengan No Reg 074, maaf ya bro ngga bisa ikut ngawal,
soalnya lagi bonceng istri dan lelah banget setelah seharian lembur
di kantor sampe jam 10 malam. ngomong2 sapa ya bro yg dikawal?
soalnya ketika saya tengok ke dalam ambulans ada keranda yg ditutup
kain hijau.
Turut Berduka ya bro.

Salam Brotherhood

Febil
B 5058 PM
KHCC 016

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: