Pengendara memang harus pakai helm

(M+) Bicara ideal, pengendara memang harus pakai helm sesuai standar keselamatan. Entah itu standar yang dikeluarkan Snell, DOT atau SNI untuk standar paling rendah. Tapi, standar helm terbaik biasanya terpenuhi di helm mahal.

dsc00165.JPG

Sayangnya, harus diakui, kocek rakyat bikers Indonesia umumnya tipis. Tapi, jangan mentang-mentang dompet tipis, pilih helm jadi sekadar lolos dari kejaran polisi. Helm tetap berfungsi sebagai alat pelindung kepala.

Sebab, kini tersedia helm full face atau half face dengan harga terjangkau. Di kisaran Rp 500.000 atau kurang. Tapi, memang kudu pandai-pandai mengakalinya agar lebih memenuhi standar keselamatan. Kecuali soal bahan. Sebab, tak mungkin produsen helm membuat pelindung kepala dengan bahan bagus tapi harga murah. Rasanya belum mungkin.

. Misal, mengganjal busa agar lebih pas di kepala. Ini bukan hanya membuat helm lebih nyaman. Tapi, karena busa menempel pas di kepala, benturan pun akan terkurangi. Sebab, helm oblak malah bisa memberi dua kali benturan.

Ini pernah dibuktikan pada sebuah eksperimen. Ketika sebuah telur dilindungi oleh sebuah kotak tanpa celah alias rapat dan dijatuhkan dari sebuah ketinggian, ternyata telur tidak pecah. Namun saat ujicoba telur dengan pelindung sedikit longgar. Maka benturan tersebut cukup membuat telur pecah.

Sekarang, yang kita semua perlukan adalah lebih jeli memilih pelindung kepala. Mungkin seperti saat wanita belanja. Lama memilih yang ingin dibelinya. Buat kita, beli helm, jangan terlalu terpesona sama bentuk atau tampilan dan warna. Terpenting adalah fungsinya sebagai pelindung.

Jadi, tak ada salahnya menyediakan waktu lebih lama untuk memilih helm. Karena kini banyak merek dan model. Jangan malu untuk banyak mencoba. Jangan berhenti sampai benar-benar menemukan helm yang nyaman. Yaitu, helm yang pas mengempit pipi, tapi tidak terlalu menekan pelipis. Sebab, di pelipis ada syaraf-syaraf mata.

Trus, saat helm dipakai, posisi mata juga tak boleh tertutupi oleh bagian atas kaca. Sebab ini membuat pandangan berkurang. Lalu, cek bagian belakang helm. Pastikan busanya menyangga tengkorak belakang dengan pas. Bila tidak pas, tidak ada salahnya mengganjal dengan busa.

Jadi jangan pernah berjudi memilih helm. Kepala kita ini cuma semata wayang!

Reporter : Aries L. Susanto
Fotografer : < Dokumentasi >

2 Responses

  1. kikikikikik…ada karya gw…alow mas bro! touring yuk!!

    19.03

  2. […] apapun motornya, kudu pake helm biar aman dan ga kena […]

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: