Jalur Rawan Perampasan

Bicara mengenai kejahatan, beberapa hari yl adik saya menjadi salah satu korban perampasan saat berkendara di jalan raya. Kejadiannya ada di jalur Cipinang dan pada saat itu adik saya tengah jalan pulang menuju Bekasi via Cipinang pada jam 22:00. Entah sial atau apa, malam ini adik saya dipepet kendaraan bermotor yang spontan meminta harta yang tengah itu dibawa adik saya. Kontan HP dan uang dari ATM amblas dibawa lari perampok bermotor, beruntung motor tetap dapat dipertahankan. Karena notabene daerah Cipinang memang menjadi daerah rawan di seputaran Jakarta Timur.

Apa tindakan kita ? Pelajari jalur pulang-pergi kita saat berkendara dan pilih rute ramai yang masih diisi kendaraan lalu-lalang atau kerumunan orang. Smoga artikel dibawah dapat menjadi input berharga bagi bro and sis sekalian.

KLIK - Detail Maut terus mengintai di jalanan. Rawan karena tangan-tangan jahanam terus menguntit. Begundal tidak peduli lagi terhadap keselamatan pengendara. Sikat motor, kalau perlu juga pengendaranya. Di Jakarta ada beberapa titik-titik rawan perampasan motor yang mesti diwaspadai.

MOTOR Plus beberapa kali meliput peristiwa ini. Bahkan sempat beberapa kali mewawancarai pelaku kejahatan perampokan. “Mereka tidak segan untuk membunuh. Apapun dilakukan untuk mendapatkan motor itu,” jelas AKP M. Nazly Harahap, S.Ik, Kasat Reskrim Polres Serang.

KLIK - DetailModus yang kerap dilakukan bisa dengan memukul, memepet, menembak, bahkan mengaku sebagai petugas keamanan. “Waktu perampasan tidak kenal waktu. Namun, mereka punya jam favorit. Lokasi umumnya di wilayah perumahan yang jarang terpantau petugas,” tambah AKP Agus Widartono, Kanit Ranmor Polres Jakarta Barat.

“Kalau memang tidak perlu keluar dini hari, sebaiknya dihindari. Kecuali malam Minggu jalan masih ramai. Hindari juga jalan sendiri,” tambah Fadly S, seorang pengendara Honda Karisma.

KLIK - DetailAKP Agus menyarankan agar pengendara segera mencari lokasi yang ramai ketika melihat gelagat yang kurang baik. “Intinya, kejadian ini bisa menimpa siapa saja dan dimana saja. Karenanya, pengendara mesti waspada,” jelas pria yang berkantor di Jl. S. Parman, Jakarta Barat. Isf@n, Nurfil, Chuenk, Hend

OJEKER PUNYA INTUISI
Ojeker selah satu pengendara paling rawan. Mereka merupakan sasaran yang kerap dijadikan mangsa yang empuk. Apalagi ojeker yang ‘dinas’ malam hari. Kewaspadaan mereka mesti tinggi.

“Sebelum menerima tawaran narik, kalau malem kita ikutin perasaan. Kalau nggak enak, biasanya ditolak, walau harga yang dikasih lumayan besar,” jelas Jamal, ojeker yang biasa mangkal di Pos Pengumben, Jakarta Barat.

BUKAN CUMA JALAN BERLUBANG
Bahaya sebagai akibat buruknya prasarana jalan. Bisa dilihat kondisi jalanan lubang menganga. Ditambah kondisi alam saat ini, nampaknya jalanan berlubang bukan cuma jadi penyebab tunggal maut di jalanan.  

“Jalanan jelek salah satu penyebab. Ini masuk dalam kategori kondisi lingkungan yang jelek. Faktor lainnya kendaraan dan manusia,” jelas AKP Harry Sulistiadi, S.Ik, Kasie Laka Ditlantas Polda Metro Jaya.

Kondisi pepohonan yang sudah tua, rambu lalu lintas yang tidak jelas, tiang bilboard yang terdapat di sepanjang jalan bisa jadi bahaya tersembunyi.

“Prasarana jalan merupakan tanggung jawab lintas sektoral. Dalam membuat sebuah jalan ada beberapa instansi teknis yang terlibat. PU bertugas sebagai pembuat jalan. Urusan rambu ke Dishub dan penegakan hukum ada pada Polri,” jelas Agus Muharam, Humas Departemen Pekerjaan Umum wilayah Jakarta.  

Agus kembali menjelaskan PU memiliki program tahunan untuk memperbaiki dan merawat jalan. “Silakan adukan ke kami mengenai jalan yang rusak,” tambah pria yang berkantor di Jati Baru, Jakarta Pusat ini.  

H. Sisnugraha, ketua Bhayangkara Automotive Club Tangerang (BOCT) mengakui  prihatin akan hal ini. Ia menyoroti prasarana jalan yang jelek. “Bagi bikers dampaknya terasa langsung,” kata H. Sis.

Menurutnya, klub selama ini baru dalam tahap menghimbau pada pemerintah agar memperbaiki prasarana jalan. Ia mengakui, rakyat bikers dalam naungan klub seharusnya lebih peka  di soal ini. “Pasalnya banyak kondisi jalan yang bisa membahayakan nyawa,” katanya.

Sonny terkesan lebih keras. Buatnya, masukan dari pengguna jalan berupa pajak harusnya setimpal dengan pelayanannya. “Bukan nggak mungkin klub bisa menggugat sekelas class action pada DPU jika dirasakan jalanan membahayakan nyawa,” kata Sonny lagi.

Tulus Abadi SH, Pengurus Harian Yayasan Perlindungan Konsumen Indonesia (YLKI):
“BISA CLASS ACTION,”
“Secara substansi, class action  bisa dilakukan mengacu dari dua hal penting. Pertama, ada korban secara massal. Kemudian, ada kerugian yang bisa dirumuskan secara rinci dan jelas.

Tuntutan class action bisa dilakukan ke lembaga pemerintahan terkait. Misal ke Gubernur atau lainnya. Jadi, kalau menurut saya, bisa saja korban jalan rusak melakukan class action jika memenuhi dua syarat tadi.  

Tentunya, jika persoalan yang diangkat menyangkut haknya sebagai warga negara, rujukannya adalah Undang Undang yang berkait dengan hak warga negara. Misal soal pelayanan publik,”

TITIK RAWAN PERAMPASAN
JAKARTA UTARA
Pluit Raya Penjaringan ;Tj Priok
BEKASI
Jati Asih; Kranggan; Jati Sampurna; Ciangsana

JAKARTA PUSAT
Perempatan Senen; Perempatan Coca-Cola; Cempaka Putih; Benyamin Sueb

JAKARTA BARAT
Jl. Swadarma, Ulujami; Jl. Daan Mogot, Cengkareng

JAKARTA TIMUR
Jl. Raya Penggilingan

JAKARTA SELATAN  
Jl. Raya Ragunan; Jl. Raya Parung

*) SUMBER HUMAS POLDA METRO JAYA

JALAN RAWAN KECELAKAAN
JAKARTA SELATAN

NAMA JALAN                            Keterangan
Jl. TB Simatupang  Jalanan lurus tapi bergelombang
Jl. Raya Mampang   Jalanan turun naik, banyak U Turn
Jl. Raya Ragunan   Kalau malam gelap, sering arena balap liar
Jl. Raya Lenteng Agung  Jalan lurus banyak lubang, banyak angkot dan metro mini
Jl. Gatot Subroto  Karena pembatas jalan dan banyaknya bus kota
Jl. Arteri Pondok Indah Jalanan banyak pasir proyek yang berceceran
Jl. Raya Parung    Jalan sepi tapi gelap dan banyak lubang

JAKARTA BARAT
Jl. Daan Mogot Banyak U Turn dan bus kota
Jl. Gajah Mada Jalanan sangat padat
Jl. Arteri Kedoya  Jalan lurus tapi banyak lubang dan angkot
JAKARTA TIMUR
Jl. Raya Penggilingan   banyak truk kontainer dan sering buat balap liar
Jl. Raya Psr. Rebo-Bogor     Jalanan padat, banyak angkot dan bus
Jl. Raya Kalimalang Jalan banyak lubang dan berpasir
JAKARTA PUSAT
Jl. Benyamin Sueb, Kemayoran Arena trek liar
Jl. Pramuka   Balap liar dan punya banyak U Turn
JAKARTA UTARA
Jl. Raya Yos Sudarso (di bawah tol)   Jalan padat dan rusak. Banyak truk kontainer
Jl. Boulevard Kelapa Gading  Padat, banyak angkot

 

Reporter : < None >
Fotografer : Setio Widayanto,  Gusti Bambang I.J.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: